Cuma Bercuap : “Lady Gaga(L)”
*judulnya seperti coppas dari banyak media massa ya*
Gue bukan fans beratnya Lady Gaga.
Gue bukan pembenci Lady Gaga.
Gue hanya menghargai imajinasi orang.
Gue hanya menghargai cara dia mengekspresikan dirinya.
Dan menurut gue style-nya selama ini ga jauh dari tujuan komersil, menarik konsumen untuk menyukai segala hal dari dirinya, musiknya, gayanya, dandanannya yang esentrik, video klip nya yang agak berlebihan mungkin. Semuanya.
Walaupun seperti yang gue bilang sebelumnya bahwa gue bukan fans berat Lady Gaga, tapi gue cukup tau lah beberapa hal tentang dia. Emang sih, Gaga itu semacam “sesuatu” kalo kata Syahrini yang gajadi mengarungi kehidupan bersama mas Anang *eh. Tapi itu tadi, balik ke statement gue sebelumnya. Itu semua cuma cara dia mengekspresikan diri dan menarik fans. Namanya juga artis, penyanyi, pasti saling berlomba untuk meng-attract para fansnya. Semakin banyak fans, pasti semakin gemilang juga kan karirnya?
Nah, salah satu negara yang memiliki penduduk dengan Lady Gaga maniac yang cukup banyak ini adalah negara kita tercinta, Indonesia. Gue inget banget sekitar 1 apa 2 bulan yang lalu, ada liputan di TV isinya tentang antrian panjang orang2 yang mau beli tiket Lady Gaga.. Dan kalau ga salah, tiketnya langsung ludes dalam waktu hanya satu hari ! *CMIIW* Ya intinya, banyak loh orang-orang Indonesia yang sampai segitunya bela-belain antri dari pagi sampai malem cuma buat dapetin tiket “the little monster” yang harganya such as “a big monster” ! :D Mungkin, bagi yang belum dapet tiketnya saat itu merasa kecewa. Udah ngantri seharian, kaki pegel, perut laper, terus haus, eh… kok ya ga dapet tiket juga.
Tapi ternyata………
Selain mereka yang ga dapet tiket, ada juga yang lebih kecewa. Siapa gerangan?
Ya, tentu saja orang-orang yang sudah mendapatkan tiket. Bagaimana tidak, secara konser ini terancam batal digelar. *percayalah gue juga ga paham lagi sama orang-orang yang bikin gunjang-ganjing mengenai konser ini*
Alasannya macam-macam. Mulai dari yang pornografi, tidak sesuai dengan budaya Indonesia, merusak moral generasi muda bangsa, sampai ke sudzon pihak-pihak yang kontra bahwa Gaga adalah pemuja setan. Coba deh ya lihat satu per satu alasan itu.
Pornografi. Selalu saja semua hal dikaitkan dengan ini -___-” Lah itu film-film horor di Indonesia bukannya kebanyakan juga sedikit memberikan bumbu-bumbu ini ya? Terus, sebenarnya apa sih persepsi mereka tentang pornografi? Kalau hanya sebatas permasalahan pakaian yang terlalu terbuka, kan bisa dicari solusinya. Misalnya, manggung pake kostum adat Indonesia gitu. Apa kek, kebaya atau baju bodo mungkin? Lucu kan?
Tidak sesuai dengan budaya Indonesia dan merusak moral bangsa. Budaya Indonesia yang mana nih? Budaya itu artinya terlalu luas. Bisa berarti tradisi, tapi juga bisa berarti nilai-nilai. Ya katakanlah memang tidak sesuai dengan budaya yang kita miliki, tapi di sisi lain kita juga ga boleh menutup mata untuk melihat kenyataan bahwa pada era globalisasi seperti ini kita masih bisa membatasi budaya asing masuk ke Indonesia. Tidak pak, tidak bisa. Di internet aja kita bisa dapet informasi macem-macem, bener atau gak juga belum tentu bener. Di internet juga ada Youtube, jadi kita bisa lihat video-video yang kita perlukan, termasuk video klip nya Lady Gaga. Jadi seandainya konser Lady Gaga dibatalkan karena takut merusak moral masyarakat, itu tidak mungkin karena bahkan dari sebelum ada konser juga, masyarakat sudah “mengenal” Gaga, jadi kalau rusak ya sudah dari dulu. Seandainya ga ada Youtube juga, kita masih punya social media semacam Twitter, Facebook, MySpace yang bisa dipakai untuk sharing information. Jadi ya memang pada kenyataannya, batasan itu secara langsung sudah hilang. Dengan ditiadakannya konser itu juga tetap saja tidak mempengaruhi kerusakan moral bangsa. Justru jika ditiadakan maka akan menyulut konflik, demo, kerusuhan sebagai aksi protes para fans Gaga yang malah akan meresahkan penduduk.
Gaga adalah pemuja setan. Ya kalo yang ini gue gatau bener atau gak. Tapi kan ya ga mungkin juga dia menyebarkan ajaran sesat itu *kalo ternyata emang beneran* pas lagi konsernya di negeri orang kan? Eh tapi jadi kepikiran… oke juga tuh kalo dijadiin skrip film HAHAHA. out of topic.
Ya jadi menurut gue, ga ada yang harus dipermasalahkan dari kedatangan Gaga ke Indonesia. Apalagi sebagai negara yang Demokrasi, Indonesia seharusnya lebih mengakomodasikan keinginan-keinginan rakyat. Ketika harga BBM tetep harus dinaikkin beberapa bulan lagi, kenapa konser Lady Gaga juga harus ditiadakan? Okelah, demokrasi berdasarkan musyawarah dan mufakat jadi ga boleh secara sepihak memutuskan Lady Gaga jadi ke Indonesia atau ga jadi ke Indonesia. Oke, fair. Tapi… adakah “musyawarah dan mufakat” itu? Nyatanya cuma ada media sebagai penengah saja.



1

